BANYUMAS, suaramerdeka.com - Sebagian petani di Kabupaten Banyumas memilih menyimpan gabah, hasil panenan di musim sadon (musim tanam kedua,red) ini. Mereka enggan menjual langsung ke mitra kerja Bulog maupun pedagang gabah dan beras lokal maupun luar daerah.
Alasannya, hasil panenan tersebut akan disimpan untuk cadangan persediaan pangan di musim kemarau yang sudah berlangsung saat ini. Selain itu, sebagian ada yang beralasan, menunggu sampai harga di pasaran naik.
Muharto (55), petani asal Desa Kedungmalang Kecamatan Sumbang menuturkan, saat panen ada beberapa pedagang gabah musiman menawari untuk membeli. Namun tawaran tersebut ditolak lantaran, hasil panen tersebut mau disimpan untuk persediaan.
"Saya sementara memilih untuk tidak menjual gabah ke pedagang dan mitra Bulog, karena akan menghadapi musim peceklik," kata Muharto (60) petani asal Desa Kedungmalang, Sumbang, Banyumas, saat, Rabu (3/9).
Pengakuan senada juga diungkapkan Narso (54) petani asal Desa Klahang, Sokaraja. Menurutnya, selain menyimpan gabah untuk persiapan menghadapi peceklik, mereka juga beralasan akan menjual gabahnya saat harga sudah naik.
"Kalau musim panen sadon sudah selasai pasti harga gabah atau beras akan naik dan pas sudah naik baru akan saya jual," tutur Narso (60).
Sekretaris Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Anwanullah membenarkan jika petani enggan menjual gabah. Harga gabah kering giling senilai Rp 4200 perkilogrampun tak begitu diminati oleh pedagang.
Pedagang yang akan memborong padi di sawah petanipun, pasang harga yang rendah. "Makanya untuk menjualnyapun petani susah dan enggan," katanya.
Akibat sebagian petani enggan menjual gabah sehingga berdampak penurunan hasil penyerapan beras oleh Bulog Sub Divre Banyumas.
Humas Bulog Sub Divre IV Banyumas, M Priyono mengatakan, sebelum panen, tiap hari beras yang masuk ke gudang Bulog rata rata 500 ton hingga 1000 ton. Namun ini hanya sekitar 100 sampai 150 ton.
"Penurunan beras petani yang masuk ke ke gudang Bulog, karena petani memilih untuk menyimpan gabahnya pada panen musim sadon ini," jelas Priono, terpisah.
Menurutnya, saat ini beras yang masuk ke gudang Bulog, baru mencapai 46 persen, dari rencana penyerapan beras tahun 2014 sebanyak 120 ribu ton.
Atas kondisi tersebut, lanjut dia, kemungkinan pihaknya hingga akhir tahun 2014, hanya mampu menyerap beras petani sekitar 55 persen dari rencana penyerapan sebanyak 120 ribu ton.
( Agus Wahyudi , Susanto / CN19 / SMNetwork ) Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.comDapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad











0 comments:
Post a Comment